Minggu, 04 Januari 2015

DI BALIK KEINDAHAN KOTA PARIS

PARIS…

Pusat ibu kota peradaban di Eropa. Merupakan salah satu kota yang paling indah di dunia. Banyak orang menyebutnya sebagai kota romantis. Selain itu, Paris menjadi pusat bisnis dan budaya terdepan di dunia, dan campuran politik, pendidikan, hiburan, media, fashion, sains dan seni semuanya membantu statusnya sebagai salah satu kota global terbesar di dunia dan merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di Eropa… Wiiihhhh… *kalo di Indonesia mah Jakarta kali yaa*

Kota Paris dengan Tour de Eiffle. Begitu indah dilihat pada malam hari.
Mau sepik–sepik dulu boleh yaa… Beberapa minggu yang lalu aku sempet baca 3 buku yang berlokasi di Kota Paris, Autumn in Paris, Gerimis di Arc de Triomphe dan 99 Cahaya di Langit Eropa. Tapi yang Autumn in Paris belum kelar, soalnya keburu sakit hati gara – gara si Tatsuya yang ternyata adalah kakaknya si Tara, padahal mereka udah dapet banget chemistry–nya, sedih banget pemirsa… Entah kenapa aku suka banget ama cerita – cerita yang bernuansa Paris, apalagi yang isinya tentang cerita cinta remaja kayak buku yang pas jaman SMA aku baca, trus ampe dibikin filmnya, ya Eiffle I’m in Love. Buseettt itu ceritanya so sweeeettt bangeud ampe ngebayangin aku yang jadi si Tita nya wkwkwk… *hampir miriplah Tita ama Nita haha* Intinya, aku suka banget ama Paris, yaa meskipun belum pernah menginjakkan kaki di kota itu, but someday I’ll be there… Aamiin…

Oke back to topic… Before, what do you think about Paris??? Tour de Eiffle, Musée du Louvre, Notre Dame de Paris?? Atau cowok – cowok ganteng nan tinggi…??? Hehehe...
Selain beberapa hal yang gue sebutin di atas, ternyata Paris, The City of Light, kota paling romantis di dunia,  menyimpan beberapa hal yang sangat menakjubkan yang membuat aku terpana sekaligus galau maksimal hahaha… melebihi galau karna gak di pekain kakak tingkat      -_____- *oke ini curhat, maap*


JADI PEMIRSAAAA…!!! *teriak pake toak* setelah aku baca novel karya Mbak Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Mas Rangga Almahendra, 99 Cahaya di Langit Eropa. Ternyata di Eropa itu banyak sekali tempat bersejarah, termasuk sejarah peradaban Islam… Wuuiiihh… *prokprokprok*. Dan dari beberapa tempat yang mereka sebutin di novel – seperti Wina, Cordoba, Istanbul, Granada, de el el – ada salah satu tempat yang bikin aku terpesona, ya itu tadi Kota Paris. Kenapa Paris?? Kenapa gak Cordoba atau Wina atau Granada?? Yaa suka – suka aku dong hehehe… Alasan aku kenapa suka banget ama Kota Paris, karena eh karena disana terdapat bangunan – bangunan penting yang sangat menakjubkan karena selain menyimpan suatu keindahan, bangunan – bangunan tersebut juga menyimpan banyak sejarah, terutama sejarah peradaban Islam yang tersembunyi. You’re so curious about that, aren’t you? Let’s check this out…!!!

1. La Défense
Merupakan sebuah distrik bisnis besar di Eropa. Letaknya terpusat pada jalan tol yang mengelilingi commune Nanterre, Courbevoie dan Puteaux di departemen Hauts-de-Seine. Distrik ini terletak di Sumbu Bersejarah Paris paling barat (±10 km), yang mana berawal di Louvre di pusat Kota Paris dan melintasi Champ-Élysées dan Arc de Triomphe. Di sekitar Grande Arche–nya setinggi 100m dan Esplanade (le Parvis), distrik ini berisi beberapa bangunan tertinggi di area urban Paris. La Défense merupakan disrtik terbesar di Eropa yang secara khusus dibangun untuk bisnis.

La Défense, pusat bisnis di Eropa. Menghadap ke Arc de Triomphe.

2. Arc de Triomphe de l’Étoile
a.k.a Arc de Triomphe (Gapura Kemenangan) adalah monumen berbentuk pelengkung kemenangan di Paris yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champ-Élysées. Bangunan ini dibangun pada tahun 1806 hingga 1836 dibawah petintah Napoleon Bonaparte. FYI, design dari Arc de Triomphe ini terinspirasi dari bentuk bangunan Arc of Constantine yang berada di Roma, Italia. Namun bila dibandingkan, Arc de Triomphe ukurannya jauh lebih besar dua kali lipat  dari Arc of Constantine. Arc de Triomphe merupkan one of the most famous monument in Paris yang menjadi latar belakang ansamble perkotan di Paris. Terletak di bukit Chaillot yang tepat berada di tengah konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima. Arc de Triomphe juga biasa disebut Simpang 12, karena monumen ini jadi pusat dari 12 jalan itu. Jalan utamanya adalah Avenue des Champ-Élysées. Jalan lainnya adalah Avenue Wagram, Avenue Kleber, Avenue de la Grande Armee, Avenue Mac-Mohan, Avenue Foch, Avenue Marceau, Avenue de Friedland, Avenue Victor Hugo, Avenue Carnot, Avenue Hoche, dan Avenue d’Lena. Nah, data jalan di Simpang 12 yang gue sebutin itu dapet dari novel karya Mbak Nunik Utami, Gerimis di Arc de Triomphe hahaha... *yakali gue ngarang -_-* nah monumen  ini juga jadi lokasi dari novel itu, yaiyalah dari judulnya aja udah keliatan haha... Dibuku diceritakan bahwa Bunga janjian ama Darel, cowok idaman dia, trus Bunga nungguin Darel disana ampe turun ujan gede banget, tapi Darel lupa akan janjinya dengan Bunga, dia tak kunjung datang hingga Bunga menangis karena sakit hati merasa dipermainkan oleh Darel *jahat banget ya Darel*. Kemudian Pascal lewat dengan mobilnya dan gak sengaja liat Bunga disana, trus terjadi adegan kejar – kejaran antara Bunga dan Pascal sampe akhirnya Pascal nganterin Bunga pulang. Arc de Triomphe adalah monumen peringatan yang dibangun pada tahun 1806 atas perintah Napoleon Bonaparte untuk menghormati tentara Perancis yang berjuang selama Revolusi Perancis.

Arc de Triomphe de l’Étoile, dilihat pada malam hari.
Arc de Triomphe de l’Étoile, dilihat dari atas yang menjadi pusat dari Simpang 12. 
Arc of Constantine di Roma, Italia. Bangunan yang menginspirasi design dari Arc de Triomphe.

3. Avenue des Champ-Élysées
Secara harfiah bermakna “Lapangan Elysum”, adalah sebuah avenue luas di ibu kota Perancis, Paris. Champ-Élysées merupakan salah satu jalan yang paling terkenal di dunia dengan bioskop, kafe, dan toko – toko khususnya yang mewah. Jalan ini menjadi strip real estate termahal kedua di dunia (pertama di Eropa) setelah Fifth Avenue di New York City. Namanya merujuk kepada Lapangan Elysum, kerajaan kematian dalam mitologi Yunani. Champ-Élysées juga dikenal sebagai La Plus Belle Avenue du Monde (jalan terindah di dunia), jalan ini juga sangat popular dengan orang–orang kaya dan terkenal. Jalan ini memilikik panjang 2 kilometer melalui Arrondissement ke–8 di barat laut Paris, dari Palace de la Concorde di timur, dengan Obelisknya, hingga Place Charles de Gaulle(sebelumnya bernama Place de l’Étoile) di barat, tempat berdirinya Arc de Triomphe de l’Étoile.

Avenue des Champ-Élysées, dari Place de la Concorde. Dilihat dari atas Obelisk.

4. Monumen Obelisk Mesir
Adalah monumen tinggi, ramping bersisi empat yang dimahkotai kemuncak berbentuk piramida. Obelisk purbakala biasanya terbuat dari monoloit atau batu tunggal, sedangkan Obelisk modern dibangun dari batu dan memiliki ruangan di dalamnya.

Obelisk Mesir Kuno yang berasal dari Luksor berdiri di Place de la Concrode, Paris.

5. Musée du Louvre
Adalah salah satu museum terkenal, museum seni yang paling banyak di kunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Perancis. Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke–12 di bawah pemerinthan Philip II. Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi dan meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Karena masalah structural, museum ini ditutup pada tahun 1796 sampai 1801. Jumlah koleksi museum ini meningkat di bawah pimpinan Napoleon dan museum ini berganti nama jadi Musée Napoléon. Selama pemerinthan Louis XVIII dan Charles X dan selama masa Imperium Perancis Kedua, koleksi museum ditingkatkan lagi dan berhasil memproleh 20.000 koleksi. Dan mungkin sampai sekarang koleksinya teus meningkat.

Museum Louvre di Istana Louvre, dengan Piramida Louvre yang berada didepannya.

6. Arc de Triomphe du Carrousel
Sama halnya dengan Arc de Triomphe de l’Étoile, namun ukuran bangunan ini dua kali lebih kecil dan dibagian atas monumen ini terdapat patung Quardiga, kereta perang Yunani kuno yang ditarik oleh 4 kuda berukuran sebenarnya. Kereta perang itu ditunggangi perempuan yang diapit dua figur perempuan lain yang bersayap, seperti figur malaikat.

Arc de Triomphe du Carrousel dengan Patung Quardiga yang menghadap ke timur tenggara, membelakangi La Défense

Nah, bila bangunan – bangunan penting tersebut dihubungkan, maka akan membentuk garis lurus sempurna yang disebut “Axe Historique” yang tepat membelah Kota Paris. Axe Historique atau garis imajiner atau poros bersejarah merupakan sebuah jalur penuh monumen, bangunan dan jalan yang membentang dari pusat Kota Paris. Bila kita terus menarik garis lurus Axe Historique ke timur, terus sampai keluar Kota Paris dan benua lainnya maka kita akan bertemu dengan Kota Mekkah, arah Kiblat, arah yang paling istimewa bagi seluruh umat Muslim di dunia. And do you know, siapakah sosok dibalik pembuatan garis imajiner tersebut?? He is Napoleon Bonaparte, seorang kaisar Perancis…. Subhanallah keren yaa pemirsa…  Dan jika dilihat dari atap Grande Arche, melewati pencakar langit La Défense, maka akan semakin jelas terlihat Axe Historique. O ya, Axe Historique ini disebut juga “Voie Triomphale” yang artinya “Jalan Kemenangan”. WOW,,, how awesome it is…

Dari atap Grande Arche, melewati pencakar langit di La Défense, terlihat Axe Historique.

Voie Triomphale ini sengaja dibangun untuk merayakan kemenangan pahlawan besar Perancis, Napoleon Bonaparte – si kaisar Perancis – sang penakluk Eropa. Napoleon sendiri yang memerintahkan membangun 2 monumen besar berbentuk pintu gerbang (kedua dari Arc de Triomphe) mengapit Avenue des Champ-Élysées. Pintu gerbang sebagai simbol kemenangan dan pembebasan. Kemudian munculah bangunan tambahan sepanjang garis antara 2 monumen tersebut. Yaitu Obelisk Mesir di tahun 1800-an, lalu disusul piramida Louvre dan pusat bisnis La Défense. Oalaaahh,,, niat banget ya si Om bikin ini ckckck…

Mungkin bukti semacam ini kali ya yang menjadi alasan orang – orang banyak yang menganggap bahwa Napoleon adalah seorang Muslim atau “Mualaf”… Tapi gak sedikit lho orang – orang yang bilang bahwa berita itu hoax alias bohong,, yakali Napoleon pengen bikin sensasi biar makin eksis… >,< *dikira Syahrini kali ya haha* Mau percaya atau enggak, itu sih terserah kalian hehehe… aku sih nulis ini gak ada maksud apa – apa, just speak up my mind. Karna aku emang suka dan penasaran ama yang namanya Kota Paris dengan segala keindahannya termasuk Axe Historique–nya yang menyimpan sejarah yang begitu menakjubkan…

O ya, aku juga sempet baca beberapa artikel di mbah gugel dan ternyata banyak dari mereka menyebutkan bahwa Napoleon itu muslim dan menurut novel yang aku baca, Om Napoleon membangun Arc de Triomphe du Carrousel setelah pulang dari ekspedisinya menaklukan Mesir. Banyak kutipan sejarah yang mengatakan dia begitu mengagumi sosok Nabi Muhammad dan Al-Qur’an… Tapi wallahualam, hanya Gusti Allah yang tau…

So, do you believe it?? It’s up to you…

Oke gaiisss,, cukup sekian yang bisa aku share, semoga bermanfaat…
Bhaayyy… Lopyu muaahhh :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar