Pada awalnya
orang mengadakan pembayaran dengan cara barter atau pertukaran barang. Hal ini
terjadi karena manusia menyadari akan kebutuhan dan ketergantungannya antara
satu dengan yang lainnya. Yang satu memiliki ikan dan membutuhkan sayur, yang
lain memiliki sayur dan membutuhkan ikan, maka terjadilah tukar menukar barang
kebutuhan yang disebut dengan barter. Demikian dengan barang-barang yang
lainnya.
Cara pertukaran barang yang demikian lama-kelamaan mengalami banyak
kendala, karena belum tentu barang yang dimiliki dibutuhkan orang lain. Maka
terjadilah kesepakatan bahwa barang yang langka dapat ditukarkan dengan
bermacam-macam barang, karena barangnya langka dan dibutuhkan banyak orang.
Dengan berkembangnya pemikiran dan bertambahnya jumlah manusia, maka alat
tukarpun ikut mengalami perubahan dan perkembangan. Maka alat tukar berubah
kepada barang yang bernilai tinggi, baik karena tingkat kesulitan
mendapatkannya maupun kegunaan dan bentuk barang yang tidak mudah berubah atau
tidak mudah rusak, yaitu logam. Kemudian logam disepakati sebagai system pertukaran yang diterima secara
umum.
Uang logam
pertama kali dibuat oleh Bangsa Lydia pada Abad ke-6 sebelum masehi. Uang logam
yang mereka ciptakan terbuat dari elektrum, suatu bahan yang merupakan campuran
emas dan perak dengan komposisi emas 75% dan perak 25%. Uang logam itu disebut
“stater” atau “standard” dengan bentuk bulat pejal seperti kacang polong.
Namun, lama-
kelamaan transaksi yang membutuhkan uang logam ini jumlahnya semakin meningkat,
sedangkan jumlah logam mulia pembuat uang logam jumlahnya terbatas. Maka,
dibuatlah uang kertas.
Bangsa Cina
tercatat sebagai bangsa pertama yang membuat uang kertas pada abad pertama
masehi pada masa Dinasti Tang. Uang kertas ini dibuat dari pohon mulberry
yang kualitasnya belum bagus. Berabad-abad kemudian, sekitar abad ke-17 barulah
uang kertas dibuat dengan cara dicetak. Benjamin Franklin kemudian disebut
sebagai Bapak Uang Kertas karena dialah orang yang pertama kali mencetak dollar
dengan kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar