MAKALAH STATISTIK
BISNIS
LAPORAN
HASIL WAWANCARA MENGENAI DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP HARGA BAHAN POKOK

Oleh
:
Fadlan
Fadilah
|
:
E1130010
|
Nita
Hamidatul Amaliah
|
:
E1130028
|
INSTITUT KOPERASI INDONESIA
PROGRAM DIPLOMA III
2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang
alhamdulillah telah terselesaikan.
Makalah
ini berisikan wawancara dengan sepuluh orang pedagang. Karakteristik serta
perspektif wawancara ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
“Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Harga Bahan Pokok”.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Jatinangor,
Februari 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kenaikan BBM ini akan memberikan
dampak yang nyata secara multi sektoral dan bukannya tidak mungkin akan
mengarah pada gejolak multi dimensi. Kita akan membahas seberapa besar pengaruh
kenaikan BBM dari beberapa faktor berikut ini.
Di bidang ekonomi, kenaikan BBM
secara pasti akan menaikkan biaya operasional sehari-hari. Pengaruh yang sangat
terasa adalah kenaikan biaya transportasi jalan raya, yang akan diikuti dengan
kenaikan biaya listrik dan air, kenaikan tarif tol. Dan pada gilirannya akan
berdampak pada kenaikan sembako.
Sudah menjadi tradisi, harga bahan
kebutuhan pokok sudah naik terlebih dulu sebelum pemerintah memberlakukan harga
baru BBM bersubsidi. Kenaikan harga bahan pokok juga akan berlanjut setelah BBM
dinaikkan, sebagai dampak ikutan dari kenaikan biaya angkutan barang dan jasa.
B.
Tujuan
Tujuan diadakannya wawancara dengan
pedagang adalah untuk mengetahui dampak dari kenaikan harga BBM terhadap harga
bahan pokok saat ini.
C.
Narasumber
Ada sepuluh orang narasumber untuk
di wawancara. Mereka semua adalah pedagang sembako di PUSERBA Jatinangor.
D.
Waktu dan Tempat
Wawancara dilakukan pada hari Kamis,
20 Februari 2014 di PUSERBA yang merupakan salah satu pasar tradisional di
Jatinangor.
BAB II
ISI HASIL LAPORAN WAWANCARA
Kamis, 20
Februari 2014 kami melakukan wawancara dengan sepuluh orang pedagang sembako
salah satu pasar tradisional di Jatinangor. Kami mewawancarai mereka mengenai dampak
dari kenaikan harga BBM terhadap harga bahan pokok. Selain itu kami juga
meminta pendapat mereka mengenai masalah ini dan bagaimana masalah ini
berlangsung di tempat kerja mereka.
Dari
sepuluh orang yang kami wawancara, rata – rata dari mereka menjawab dengan
jawaban yang relatif sama. Mereka mengeluhkan masalah ini, karena dengan adanya
kenaikan BBM ini, sangat berdampak pada harga bahan pokok yang mereka jual.
Misalnya harga minyak goreng curah yang tadinya Rp. 10.000,00 per kilo sekarang
menjadi Rp. 12.000,00 per kilonya. Hal itu sangat memberatkan masyarakat,
terutama masyarakat menengah kebawah. Mereka harus pintar membagi penghasilan
mereka agar bisa membeli kebutuhan pokok.
Kenaikan
harga bahan pokok sudah mulai terasa dari dulu, sebelum menjelang tahun baru.
Banyak reaksi yang ditimbulkan konsumen saat mengetahui terjadi kenaikan harga,
mereka cenderung komplen kepada pedagang tetapi tetap membeli walaupun sedikit.
Selain itu, kenaikan harga dan tersendatnya suplai barang pun mempengaruhi jumlah
penjualan, karena barang yang tersendat di jalan kualitasnya menjadi buruk
sehingga sangat berpengaruh terhadap omzet pendapatan.
Ketika
menjelang ramadhan, biasanya puncak kenaikan harga sembako terjadi dua minggu
sebelum ramadhan dan itu pun tetap berlangsung sampai menjelang hari raya Idul
Fitri.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari hasil wawancara diatas dapat
disimpulkan bahwa kenaikan harga BBM benar–benar sangat berdampak terhadap
harga bahan pokok. Selain merugikan pedagang dan konsumen (terutama konsumen
menengah ke bawah), juga berdampak pada jumlah penjualan dan omzet penghasilan.
B.
Saran
Kita sebagai masyarakat Indonesia
harus bisa menghimbau kepada pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok.
Kenaikan harga itu boleh saja, tetapi jangan terlalu tinggi. Pemerintah juga
harus memikirkan ekonomi masyarakat menengah ke bawah, karena mereka harus
pintar mengatur keuangan mereka agar bisa membeli kebutuhan pokok.
LAMPIRAN
·
Panduan Wawancara
Alokasi
Waktu
|
Pertanyaan
dan Tujuan Wawancara
|
1 – 2 menit
|
Tujuan
Membuka
Wawancara
·
Memperkenalkan diri kami.
·
Terima kasih kepada Bapak/Ibu atas
waktunya.
·
Menyatakan tujuan untuk memperoleh
informasi mengenai dampak kenaikan harga BBM.
|
5 menit
|
Pertanyaan 1
Kan saat
ini sedang terjadi kenaikan BBM, apakah itu berdampak terhadap harga sembako?
|
5 menit
|
Pertanyaan 2
Bagaimana
dengan harga beras dan minyak goreng?
|
5 menit
|
Pertanyaan 3
Apakah
sudah mulai terasa kenaikan harga bahan – bahan pokok?
|
5 menit
|
Pertanyaan 4
Bagaimana
reaksi konsumen saat mengetahui terjadi kenaikan harga?
|
5 menit
|
Pertanyaan 5
Apakah
kenaikan harga dan tersendatnya suplai barang mempengaruhi jumlah penjualan?
|
5 menit
|
Pertanyaan 5
Nah,
kalau menjelang Ramadhan kapan puncak kenaikan harga terjadi?
|
10 menit
|
Ringkasan
·
Kita sudah membicarakan tentang
masalah kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.
·
Sebelum wawancara ini , mungkin
Bapak/Ibu ada saran – saran terkait masalah ini
·
Baiklah Bapak/Ibu, terimakasih
atas waktu dan informasinya. Semoga dagangannya selalu laris ya Bapak/Ibu.
|
43 menit
|
Alokasi waktu untuk tujuan dan pertanyaan
|
·
Wawancara Dengan Salah Seorang
Pedagang
v Identitas Narasumber
Nama :
Entin
Pekerjaan : Pedagang
Alamat : Jatirongke Kec. Jatinangor
Q :
|
Kan saat ini sedang terjadi kenaikan BBM, apakah itu
berdampak terhadap harga sembako?
|
A :
|
Iya berdampak, akibatnya harga bahan pokok menjadi naik.
|
Q :
|
Bagaimana dengan harga beras dan minyak goreng?
|
A :
|
Harga beras masih stabil, tetapi minyak goring harganya
naik dari Rp. 10.000,00 per kg sekarang menjadi Rp. 12.000,00 per kilonya.
|
Q :
|
Apakah sudah mulai terasa kenaikan harga bahan – bahan
pokok?
|
A :
|
Sudah, karena di pasaran harga bahan pokok mulai dari
sayuran dan lain – lain pun sudah terasa kenaikannya.
|
Q :
|
Bagaimana reaksi konsumen saat mengetahui terjadi kenaikan
harga?
|
A :
|
Mereka cenderung komplen, tetapi tetap membeli walaupun
sedikit.
|
Q :
|
Apakah kenaikan harga dan tersendatnya suplai barang
mempengaruhi jumlah penjualan?
|
A :
|
Sangat mempengaruhi, karena selain harga mahal terkadang
permintaan terhadap barang pun naik sedangkan persediaan barang dagang hanya
sedikit
|
Q :
|
Nah, kalau menjelang Ramadhan kapan puncak kenaikan harga
terjadi?
|
A :
|
Biasanya sih 2 minggu sebelum Ramadhan, tapi tetap
berlangsung sampai menjelang hari raya Idul Fitri.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar